Artikel

Kesiapan Transportasi NTT Dukung MP3EI Dan Sail Komodo

Jejaki Penerbangan Kupang-Dili-Darwin. Hari ini, 17 September 2012, di peringati sebagai hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Seluruh keluarga besar perrhubungan di negeri ini pasti merayaknanya.

Makna terpenting dari hari peringatan ini bukan sekedar ‘berpesta’ tapi mereflexi kembali perjalanan dan pelayanan jasa perhubungan yang sudah dilakukan. Dalam Konteks NTT,bagaimana kesiapan saran dan prasaran perhubungan? 

Bagaiamana cara penggembanganya ke depan dalam rangka mendukung Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan sail komodo 2013 ikuti mulai hari ini.

Sektor perhubungan yang lebih dari 4 sub sector, yakni lalulintas dan angkasa jalan (LLAJ),angkutan penyeberangan,angkutan Laut dan angkutan udara,memegang peranana yang sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembagunan.Salah satu pentingnya dalam mendukung mobilitas manusia,barang dan jasa baaik antar wilayah dalam negeri dan  luar negeri.

Mengingat pentingnya peran tersebut,maka sector perhubungan harus di bina secara baik agar mampung menghasilkan jasa tramportasi yang handal, berkemampuan tinngi dan di selengarakan secara terpadu, tertib, aman, lancar dan efisien.

Kesemua itu bisa terwujud kalau sarana dan prasarana yang di butuhkan tersedia dan memadai. Untuk NTT, persediaan sarana dan prasana di empat sub sektor perhubungan itu memang belum semuanya memadai.

Pada sub sector udara, sesuai peraturan Mentri Perhubungan nomor: KM.11 Tahun 2010 tentang tatanan Kebandarudaraan Nasional, di Provinsi NTT memiliki 14 bandar udara, terdiri dari Bandar udara internasional (Kelas 1) dengan tingkat pelayanan pengumpulan skala sekunder, yaitu Bandar Udara El Tari Kupang. Bandara  ini di kelolah PT Angkasa pura 1 Kupang setiap tahunnya  terus di benahi dan di kembangkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan Sail Komodo tahun 2013 mendatang.

Selain Bandar udara, di NTT juga ada bandar udara domestik dengan tingkat pelayanan skala tersier. Ada 4 bandar udara jenis ini,yaitu bandar udara Frans Seda (Maumera), Umbu Mehang Kundu (Waingapu), H. Hasan Aroeboesman (Ende), dan Bandar Udara Haliwen (Atambua).

Sementara Bandar Udara domestic dengan tingkat pelayanan skala pengumpan ada Sembilan,yaitu Bandar Udara Komodo (Labuan Bajo), Frans Sales Lega(Ruteng), Tambolaka (Waikabubak),  Gewayantana (Larantuka), Mali (Alor), DC Saudale (Rote Ndao), Terdamu (Sabu), Soa (Ngada), dan Bandar udara Wunopito (Lembata).

Untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan bandara-bandara tersebut setiap tahunnya sering di benahi  dan di kembangkan melalui program dan kegiatan pmbangunan, peningkatan, rehabilitas, pemeliharaan fasilitas Bandar Udara dengan dengan  Alokasi Dana APBN (DIPPA).

Pada tahun 2012 di lakukan pembangunan tahan pertama Bandar udar Surabaya di Mbay, Kabupaten Nagekeo, melalui alokasi dana APBN  TA 2010 (DIPA) Kemeterian perhubungan). Namun sampai saat ini belum di laksanakan pekerjaan di lapangan karena terkendala  pembebasan lahan milik TNI angkatan darat, lokasi Trand AD.

Pemerintah NTT dan pemerintah Kabupaten Nagekeo  terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak TNI AD baik yang di ddaerah maupun di pusat.

Diharapkan penyelesaiaan maslah ini cepat selesai sehingga  pembangunan fisik tahap satu dapat di laksanakan.

Untuk  melayani kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan jas angkuta udara, di NTT telah di layani 7 maskapai penerbangan yaitu: Garuda Indonesia AIRLINES, Merpati Nusantara Airlines, Lion Airlines, Sriwijaya Airlines, Batavia Airlines, Trans Airlines Service dan susi Air.

Maskapai penerbangan yang ada ini melayani wilayah kabupaten/kota di NTT dan luar wilayah NTT sesuai rute penerbangan masing-masing.

Sementara untuk peningkata aksebilitas dan mobilitas pada budaya/daerah yang belum di layani penerbangan komersial yang harus di layani  dengan rute penerbangan  angkutan udara perintis udara yaitu: Kupang-Terbadu Sabi Di layani Operator MNA (C.212); Kupang-Haliwen Di layani Operator (C.212); Terbanu Sabu-Bandar Udara Umbu Mehang Kunda Di layani Operator (C.212); Termadu Sabu dan Bandar Udara H.H Aroeboesman Di layani Operator MNA (C.212); dan Haliwen Kiser Di layani operator MNA (C.212)

Kapasitas El Tari Di Tingkatkan

Sesuia peraturan presiden Republik Indonesia tahun 2012 tentang masterplan percepatan dan perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia(MP3EI), Provinsi NTT masuk dalam koridor ekonomi 4 yaitu : Bali-NTB-NTT sebagai pintu gerbang para wisata dan pendukung Pangan Nasional, ”dengan kegiatan utama adalah wisata, peternakan dan perikanan.

Salah satu upaya yang di lakukan Untuk mendukung MP3EI, yakni dalam  TA 2012 malalui dana APBN telah di susun system transportasi wilayah (Tatrawil ) Prov NTT.

Dalam dokumen itu di muat tentang rencana pengembanga transportasi di NTT, yakni konektifitas Internasional, Konektivitas antar  Koridor  Ekonomi dan Konektifitas Intra Koridor Ekonomi(dalam wilayah provinsi NTT).

Di hub sekrot perhubngan udara, rencana pengembanga dan upaya yang di lakukan ke depan antara lain penetapan dan peningkatan kapasitas bandar udara utama El Tari Kupang sebagai pusat koleksi dan distribusi dengan menetapkan managemen logistic yang terintegrasi (integrated logistic port management).

Sementara untuk  mendukung pelaksanaan sail komodo 2013 mendatang,pemerintah NTT melaksanakan  pembangunan, melalui alokasi dana APBN 2011, APBN 2012 dan Alokasi Dana APBN 2013.

selain itu, melakukan  koordinasi dan komunikasi dengan Kementrian Perhubungan untuk pembenahan/peningkatan prasarana dan fasilitas Bandar udar Komodo – Labuan Bajo, yaitu pemotongan bukit perpanjang dan pelebaran landasan pacupembangunana terminal, pembangunana VIP, landasan parkir dan  pembanggunann fasilitas tamu  serta koordinasi dengan kementrian BUMN unutk penyediaan aftur di Bandar udara Komodo-Labuan Bajo.

Untuk mencapai Labuan bajo (komodo) saat ini di layani 4 operator layanan yaitu merpati nusa airlines (seminggu 2kali) dengan rute Kupang-Maumere-Labuan Bajo-Denpasar (PP); Trans Nusa (seminggu 3 Kali) dengan rite Kupang-Ende-Labuan Bajo-Denpasar (PP) dan sky air (Setiap hari satu kali), dengan rute Labuan Bajo-Denpasar (PP). wings Air (Seminggu 2 kali) dengan rute Kupang-Ende-Labuan Bajo-Denpasar (PP). Kedepannya akan di upayakan unutk pembukaan rute penerbangan baru sesuai kebutuhan dalam menghubungkan Labuan Bajo  dengan wilayan NTT termasuk dengan Australia; peningkatan frekuensi penerbangan serta peningkatan jumlah pesawat yand di sesuaikan dengan kapasitas Bandar udara yang ada.

Cetak